• 0 Items - Rp 0
    • No product in the cart.

Blog

Perpipaan & Plumbling

Fitting pipa HDPE adalah salah satu komponen perpipaan yang memiliki fungsi untuk merubah aliran, menyebar aliran, membesarkan atau mengecilkan aliran. Fitting merupakan pemain utama dalam dunia perpipaan, oleh karena itu kita akan selalu menggunakan komponen ini. Untuk mengetahui tentang gambaran umum penggunaan fitting dalam perpipaan. Fitting bukanlah nama untuk individu, melainkan nama yang digunakan untuk pengelompokan. Karena di dalam fitting sendiri terdapat berbagai macam komponen yang lain, dimana anda harus memahaminya satu persatu fungsi dan kegunaannya. Adapun jenis fitting antara lain :

1. Fitting Jenis Elbow

Elbow adalah jenis fitting yang pertama, elbow merupakan komponen pemipaan yang berfungsi untuk membelokan arah aliran. Layaknya tikungan kalau kita sedang berada di jalan, tikungan tersebut mau tidak mau membuat kita berbelok arah ketika melaluinya, begitu pula elbow yang bertugas untuk membelokan aliran fluida. Elbow terdiri dari dua jenis yang paling umum yaitu 45 dan 90 derajat. Untuk memperoleh sudut di selain sudut diatas, terkadang elbow tersebut di potong. Atau bisa juga dengan mengunakan dua elbow yang disatukan untuk memperoleh sudut tertentu.

Dipasaran, elbow dibagi menjadi dua tipe, tipe sort radius dan long radius. Namum umumnya digunakan long radius, yang memiliki diameter belokan 1.5 kali NPS (nominal Pipe size)nya. Ada pula yang sampai dengan 3D atau bahkan 6D, yang biasa digunakan untu flare.

Elbow pada umumnya memiliki diameter yang sama antara masukan dan keluaran, walaupun ada juga yang memiliki ukuran berbeda, yang kita sebut dengan reducing elbow. Selain itu, ada satu komponen fitting yang mirip elbow, sama sama berfungsi untuk membelokan aliran, namun di buat dari potongan pipa, kita menyebutnya dengan miter.
2. Fitting Tee

 

Tee dalam fitting bertugas untuk membagi aliran, adalah koneksi fitting yang memiliki cabang. Biasanya cabangnya ini ukurannya sama dengan ukuran pipa utamanya, kita menyebutnya dengan straight tee. Sedangkan kalau berbeda, kita menyebutnya dengan reducing tee.

Seperti kalau di jalan, kalau tee ini kita analogikan sebagai pertigaan. Ngomong tentang pertigaan, berarti tidak semua nya harus tegak lurus dong? Benar, memang ada tee yang tidak tegak lurus, ia membentuk sudut 45 derajat. Kita mengenalnya dengan lateral Tee, yang penggunaanya biasanya untuk pressure yang rendah.

3. Fitting Reducer

Reducer, sesuai namanya fitting jenis ini bertugas untuk me-reduce (mengurangi) aliran fluida. Mengurangi disini bukan seperti valve, tapi ukuran pipanya saja yang berkurang. Jadi reducer ini akan bertugas untuk mengabungkan dari diameter yang lebih besar ke yang kecil, atau sebaliknya.
4.  Fitting Cap

Pipe caps fitting berfungsi untuk menghentikan aliran pada ujung pipa, fitting ini di las langsung pada pipa utama. Ada juga penutup aliran fluida yang dapat di bongkar dan dilepas, namun biasanya menggunakan sambungan flange, lebih tepatnya blind flange.

5. Fitting Stub End

Stub end adalah fitting HDPE yang digunakan sebagai titik sambung pada penyambungan flange to flange join. Jadi stub end berfungsi sebagai kuping, tempat bagi backing ring tertahan dalam penyambungan secara mekanikal (flange to flange join).

Pemakaian stub end harus dibarengi dengan pemakaian backing ring atau yang biasa disebut sebagai flange. Jadi stub end flange adalah stub end HDPE dan backing ring steel.
Jika dilihat dari bentuk badannya, maka Stub end dapat dibagi menjadi:

  • Long stub end
  • Short stub end

Long stub end adalah seperti gambar diatas. Sedangkan short stub end adalah stub end yang dalam penyambungan secara butt fusion ke pipa membutuhkan stub end holder pada mesin butt fusion tersebut. Hal ini jelas sangat merepotkan user.

LEAVE A COMMENT

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!